Kumpulan Puisi Tentang Alam

Category : Uncategorized
Kumpulan Puisi Tentang Alam – kali ini mau membahas Kumpulan Puisi Tentang Alam, buat anda yang memang sedang mencari tugas Puisi tentang Keindahan Alam, mungkin di bawah ini bisa menjadi referensi anda semua, yuk di simak Kumpulan Puisi Keindahan Alam Terbaru Dan Lengkap

Kumpulan Puisi Tentang Alam

ALAM DESAKU Kulihat sawah membentang warna hijau bagai permata alam kucoba telusuri jalan akankah tetap begitu Kuingin tetap begini terlihat apa adanya kuingin tetap begitu terlihat kenyataanya Mentari mulai tenggelam dan..akupun teteap disini menikmati alam yang ada anugerah dari yang kuasa Oh..alam desaku …aman dan damai Oh…. alam desaku ….lestarikanlah KICAU BURUNG Kicau burung yang menyusup lewat sela daun mangga bersama hangatnya mentari pagi adalah sebuah misteri pada siapa rindu kubagi Kicau burung yang menggetarkan ibaku daun terbang entah kemana adalah sebuah duka yang tertinggal dari kibasan sayap lukanya DI TEPI LAUT Diujung musim yang bertiup angin bagai denguas gurun pasir cahaya melompat dalam lautan salju diseretnya langkah dimalam itu dalam putih waktu kutawarkan pada-Mu jenuh semesta ini kupenuhi isi dihidupmu nasib dunia bentangkan kedua tangan mu pohon-pohon kering di tepi laut padang pasir menyanyi dalam gaib malam kepada seluruh dunia yang menelankan dipucuk pantai kuburlah hidup tanpa kesadaran BERITA ALAM Halilintar menggelegar, daun-daun berguguran Langit biru menghilang Burung terbang tinggalkan sarang Rintik hujan berjatuhan, payung-payung dikenakan Pohon tumbang tercabut dari akarnya Awan hitam semakin mengembang Kulangkahkan kakiku menuju cakrawala Gapai harapan mimpi indah Kupetik senar gitarku nyanyikan lagu tra la la Merah putih sudah kusam warnanya Burung garuda entah terbang kemana Pancasila tak lagi bermakna Indonesiaku tertutup wajahnya Badai datanglah hentak kegersangan Hujan air turunlah sirami kekeringan Mentari terbitlah ubah kesuraman alam ini Nergri ini…. HAMPARAN MUTIARA Sepi hening dikeramaian menatap hari tanpa dedaunan tak satupun serpan daun menerawang menutupi diri dalam ketenangan berdiri sepi menatap rembulan ditemani sang kekasih malam hamparan mutiara bersinar terang tanpa bunyi rembulan malam diri runtuh benuh keikhlasan menuntun diir mengharap penerangan wujut nyata tanpa bayangan mensyukuri indahnya angin menitih air dari rembulan melapas angan angan menunggu ke ikhlasan agar datang ketenangan LEMBAYUNG JINGGA Lembayung jingga masih setia diatas bukit yang sama beranjak perlahan melepas senja menunggu sesaat sambut kejora Sedikt engkau terlihat resah saat pekat hendak menjelma seakan kau terluka saksikan kiprah para manusia Raut

10out of 10 based on 99898 ratings. 1 user reviews.
Sponsored Ad

Related Posts